PENDAHULUAN
Wilayah Indonesia yang 70 persen berupa laut dan terdapat 17.500 pulau, merupakan negara yang kaya akan rumput laut. Potensi rumput laut Indonesia diperkirakan sebesar 148.850 ton basah/tahun dengan potensi rumput laut Gracilaria Sp sebesar 23.3000 ton/tahun dan Gelidium Sp 4.500 ton/tahun. Meskipun begitu, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Saat ini kegiatan budidaya rumput laut belum begitu popular di seluruh kawasan Indonesia. Pemerintah memang sedang mengembar-gemborkan budidaya rumput laut yang merupakan salah satu komoditas primadona. Namun keterbatasan masyarakat akan teknologi budidaya menjadikan upaya pemerintah ini sedikit menghadapi kendala sehingga budidaya ini belum memasyarakat dengan baik di masyarakat. Padahal peluang pasar rumput laut baik untuk lokal maupun dunia sangat terbuka lebar. Kebutuhan rumput laut dunia sangat tinggi, terutama bagi negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat mengingat daya gunannya yang banyak. Saat ini sebagian produksi rumput laut Indonesia masih disuplai dari hasil alam.
MORFOLOGI DAN TAKSONOMI
Sebenarnya, rumput laut terdiri dari berbagai jenis. Sistematika tumbuh-tumbuhan menggolongkan tanaman algae ke dalam divisi Thallophyta (tumbuhan berthallus) yaitu suatu tumbuhan yang memiliki struktur kerangka tubuh yang tidak berdaun, berbatang dan berakar. Thallophyta dibagi menjadi beberapa kelas yaitu Chlorophyceae (algae hijau), Phaeophyceae (algae coklat), Rhodophyceae (algae merah), Myxophyceae, Cyanophyceae, dan Xanthophyceae.
Ekstrak Rhodophyceae mengandung bahan yang disebut agar-agar karaginan. Agar-agar, carrageenin, dan algin merupakan zat yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan industri. Jenis Kades (Gelidium spp.), Rambu kasang (Gracilaria spp.) dan agar-agar halus (Hypnea spp.) adalah bahan dasar pokok pembuatan agar-agar di Indonesia. Sedangkan rumput laut jenis Euchema spp. banyak diekspor karena mengandung bahan carrageenin.
Habitat
Secara alami rumput laut hidup dengan melekatkan (sifat benthic) thallusnya pada subtrat yang berbentuk pasir, lumpur, karang, kulit kerang, karang mati, batu, maupun kayu pada kedalaman sekitar 10-15 meter di bawah permukaan air yang mengandung garam laut pada konsentrasi 12-30 promil. Sifat-sifat oseanografi, seperti sifat kimia-fisika air dan subtrat, macam subtrat serta dinamika/pergerakan air, merupakan faktor-faktor yang sangat menentukan pertumbuhan rumput laut.
PERKEMBANGBIAKAN
Perkembangan rumput laut pada garis besarnya dilakukan melalui dua cara yaitu perkembangbiakan secara vegetatif dan generatif.
1. Vegetatif
•Dengan cara vegetasi atau penyetekan
•Dengan cara Konjugasi yaitu cara peleburan dinding sel sehingga terjadi pencampuan protoplasma dari dua atau lebih thalli
•Dengan cara penyebaran spora yang terdapat pada kantung spora.
2. Generatif
Cara generatif merupakan perkawinan antara gamet-gamet yang dihasilkan dari gametofit yang merupakan hasil germinasi dari spora.
JENIS
Beberapa jenis rumput laut yang terdapat di Indonesia dan memiliki arti ekonomis penting adalah: (1) Rumput laut penghasil agar-agar (agarophyte), yaitu Gracilaria, Gelidium, Gelidiopsis, dan Hypnea, (2) Rumput laut penghasil karaginan (Carragenophyte), yaitu Eucheuma spinosum, Eucheuma cottonii, Eucheuma striatum, (3) Rumput laut penghasil algin, yaitu Sargasum, Macrocystis, dan Lessonia.
MANFAAT
Sifat yang paling menonjol dari agar-agar adalah memiliki daya gelasi (kemampuan membentuk gel), viskositas (kekentalan), setting point (suhu pembentukan gel), dan melting point (suhu mencairnya gel) yang sangat menguntungkan untuk dipakai pada dunia industri pangan maupun nonpangan
Jenis Gracilaria verrucosa. Alasannya, rumput laut tersebut bisa tumbuh subur di tambak dengan air yang keruh.
Daftar Pustaka
Prof H Unus Suriawiria. Bahan Baku Industri Bernilai Tinggi www.kompas.com/kompas-cetak/0408/19/ekonomi. 2005
Rumput Laut .www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/3/e8.htm.2005
Tambak "Nganggur" Untuk Budi Daya Rumput Laut http://www.bppt.go.id/berita/news2.php?id=610.2005
Prof. DR. Made Astawan, Agar-Agar Pencegah Hipertensi dan Diabetes www.kompas.com/kesehatan/news/0405/30/084212.htm .2005
Mengenal Tanaman Rumput Laut http://simila.dkp.go.id/berita/?artikel=lengkap&id_berita=3.2005
Kebijakan DKP: Riset Kelautan & Perikanan Riset Pengembangan Produk Agarosa dari Rumput Laut www. dkp.go.id. 2005
Alga Merah. www.iptek.net.id.2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar